Mareketing Funnel dalam E-commerce Marketplace
Posted by Gado Creative on 05 October 2026
Ringkasan:Penerapan marketing funnel dalam e-commerce marketplace mencakup tiga tahapan berkesinambungan: Top of Funnel (ToFu) berfokus merebut micro-attention pembeli saat visual scanning melalui optimasi SEO, iklan pencarian, serta thumbnail dan harga coret yang menarik agar menghentikan scrolling dan menghasilkan klik; Middle of Funnel (MoFu) bertugas membangun kepercayaan serta mengeliminasi keraguan calon pembeli di Halaman Detail Produk melalui deskripsi yang informatif, transparansi ulasan pelanggan, fitur chat, hingga live streaming; dan Bottom of Funnel (BoFu) mengeksekusi niat beli menjadi transaksi checkout menggunakan pemicu urgency, tiered voucher, serta program bebas ongkir yang dirancang lewat value engineering agar meningkatkan angka konversi tanpa menggerus profitabilitas bisnis.
Setelah kita memahami funnel marketing di sosial media, bagaimana dengan e-commerce? Untuk bisa membuat strategi yang terarah memahami funnel marketing adalah langkah pertama yang perlu dilakukan. Kita tau funnel marketing dibagi menjadi tiga tahap, top funnel, middle funnel, dan juga bottom funnel.
Top Funnel
Di marketplace tempat pertama kali kita menjumpai produk yang kita cari adalah top funnelnya. Beberapa tempat di marketplace yang menjadi top funnel adalah, ornagic search (dimana user mencari nama produkmu, misal casing handphone merk X), in app seach ads (deengan in app search ads, memastikan produkmu untuk bisa muncul di atas ketika produkmu dicar), recomendation feed, dan category exploration.
Jadi yang kita perlukan dalam top funnel e-commerce marketplace adalah mentrigger search engine untuk menaruh produk kita di halaman depan, entah itu di organic search, in app search, recommendation feed, dan juga category exploration. Marketer bertugas untuk mempermudah produk bertemu dengan barang, dalam hal ini membuat SEO yang mudah ditemukan, thumbnail produk yang menarik, memasang badge toko, dan hal terkait promosi seperti memasang harga coret ataupun memasang ads.
Membuat thumbnail produk semenarik mungkin adalah kunci untuk menghentikan calon pembeli dari scrolling, apa saja yang ada didalamnya? mulai dari foto produk yang proper, memberikan informasi nama barang, dan desain untuk terlihat meyakinkan. Semua hal ini ditujukan untuk membangun kepercayaan pelanggan bahwa toko kita bukan toko abal-abal. Dengan begitu marketer akan berhasil mencuri atensi orang.
Ketika pengguna membuka aplikasi marketplace dan melakukan pencarian, otak mereka masuk ke mode "Visual Scanning" Subconscious Visual Capture (0.3 - 0.5 detik): Otak kanan memproses elemen visual terlebih dahulu. Foto yang terlalu ramai (cluttered) atau latar belakang yang menyatu dengan produk akan diabaikan oleh retina secara tak sadar (banner blindness) Cognitive Validation (0.8 detik): Otak kiri mulai memproses angka dan teks singkat: "Harganya masuk akal gak?", "Sudah laku berapa?", "Ada badge toko resminya gak?". Micro-Action (1.2 - 1.5 detik): Keputusan mengklik (thumb-stop) terjadi. Jika informasi di tahap 1 & 2 memberikan sinyal positif, jarinya berhenti scrolling dan mengklik.
Middle Funnel
Seperti yang kita tahu middle funnel adalah tempat membuat calon pembelei yang sudah tertarik dengan produk kita menjadi percaya dan yakin untuk membeli produk kita. Bagaimana bila kita terapkan di ecommerce marketplace? Marketer perlu merancang informasi produk dari penjelasan pada gambar hingga dalam deskripsi.
Setelah hook thumbnail berhasil menggaet customer untuk datang ke etalasemu, kini kamu perlu menggiring informasi bahwa produkmu yang tepat dengan permasalan customermu dengan cara membuat deskripsi seinformatif mungkin, dari dimensi benda, tata cara pembelian (semisal toko kacamata, bagaimana order minus dan silindernya), warna, hingga model apa saja yang disediakan
Selain itu fitur paling mutakhir adalah review produk, ini adalah tools wajib yang disertakan, dengan ini calon pembeli akan yakin dengan kualitas produkmu, yakin barang akan dikirimkan, dan bisa menilai pelayanan tokomu. Lalu kamu juga bisa memaksimalkan fitur chat dan livestream untuk berinteraksi langsung dengan customermu.
Bottom Funnel
Bottom of Funnel (BoFu) dalam ekosistem marketplace merupakan tahap konversi krusial yang berfokus mengubah niat belanja menjadi tindakan pembayaran (checkout) secara instan. Pada fase ini, calon pembeli telah teredukasi dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap produk. Tantangan utamanya adalah mengatasi keraguan menit terakhir (purchase hesitation) akibat biaya tambahan seperti ongkos kirim atau kebingungan memilih opsi pembayaran, yang sering memicu pembatalan pesanan (cart abandonment).
Eksekusi BoFu yang efektif mengandalkan kombinasi pemicu psikologis urgency dan scarcity yang diintegrasikan dengan fitur penawaran khusus di marketplace. Taktik utama yang digunakan meliputi penerapam tiered voucher minimal belanja, program free shipping, penawaran bundling, hingga pengiriman pengingat otomatis via chat broadcast. Strategi ini terbukti ampuh mendorong pembeli segera menyelesaikan transaksi sebelum berpindah ke toko kompetitor.
Agar strategi pendorong konversi ini tidak menggerus margin keuntungan, penjual perlu melakukan rekayasa margin (value engineering) sejak penetapan HPP. Penggunaan promo bersyarat yang menaikkan nilai rata-rata transaksi (Average Order Value), pemanfaatan subsidi voucher dari platform, serta pemberian free gift bernilai tinggi dengan modal rendah menjadi kunci utama. Pendekatan ini memastikan tingkat konversi (conversion rate) melonjak tinggi tanpa mengorbankan profitabilitas bisnis jangka panjang.
KONSULTASIKAN CAMPAIGNMU SEKARANG
Brandmu sedang menyiapkan digital campain dan butuh partner untuk menjalankannya?
Gadoagency siap membantu untuk menjadi partnermu membuat, meramu, dan menjalankan digital campaignmu terbaikmu.
Konsultasikan campaignmu segera, hubungi kami di WhatsApp kami +62 812-2868-4421
KONSULTASI GRATIS
Punya ide proyek atau butuh arah kreatif yang lebih terukur?
Tim kami siap membantu membedah tantangan brand Anda, menyusun strategi visual yang tepat, dan mengeksekusinya secara konsisten.
Diskusi awal tanpa komitmen. Respons biasanya dalam 1 hari kerja.